#header-wrapper { width:900px;height:120px;}

Sabtu, 05 Maret 2016

WAWANCARA JURNALISTIK



Pengertian Wawancara


Wawancara adalah upaya yang dilakukan seseorang atau suatu pihak untuk mendapatkan keterangan, atau pendapat mengenai sesuatu hal yang diperlukannya untuk tujuan tertentu, dari seseorang atau pihak lain dengan cara tanya jawab.

Pada awalnya teknik wawancara sangat jarang digunakan, namun pada abad ke 20 menjadi puncak pencapaian karya jurnalistik yang hebat dihasilkan melalui wawancara. Abad ke 20 dikatakan sebagai era wawancara jurnalistik dan teknik wawancara itu berlanjut sampai sekarang abad ke 21.

Wawancara merupakan kemampuan dan keterampilan yang mutlak harus dimiliki oleh setiap wartawan. Hampir tidak ada satu pun jenis pekerjaan wartawan yang dilakukan tanpa mewawancarai seseorang untuk dimintai jasa atau bantuannya melengkapi informasi untuk dipakai sebagai bahan tulisannya. Wawancara merupakan tulang punggung pekerjaan wartawan.


Pengertian Jurnalistik


Secara umum, Pengertian Jurnalistik adalah proses, teknik dan ilmu pengumpulan, penulisan, penyuntingan dan publikasi berita. Jurnalistik atau Kewartawanan berasal dari kata Journal yang berarti catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau diartikan dengan surat kabar. Kata Journal berasal dari bahasa Latin dari kata Diurnalis, yang berarti orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik.  Jadi Secara Etiomologis (asal Usul Kata/istilah kata), jurnalistik adalah laporan tentang peristiwa sehari-hari yang saat ini kita kenal dengan istilah "berita" (news). Sedangkan secara singkat/sederhana adalah kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari. 

Sedangkan menurut Kamus, Pengertian jurnalistik adalah kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis untuk surat kabar, majalah, atau berkala lainnya. Menurut Lesikom Kominikasi, pengertian jurnalistik adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menyebarkan berita dan karangan untuk surat kabar, majalah dan media massa lainnya misalnya radio dan televisi. 


Jadi, Wawancara Jurnalistik merupakan teknik tanya jawab untuk memperoleh informasi atau keterangan akan suatu hal dan teknik pengumpulan data yang diperoleh secara langsung antara pewawancara dengan narasumber. Sebagai sebuah data, informasi yang diperoleh dari hasil wawancara harus diubah menjadi laporan tertulis. Laporan tertulis hasil wawancara berupa laporan tulisan jurnalistik (berita) atau data dalam bentuk ringkasan.

Jenis Wawancara

Ditinjau dari maksud/tujuan, wawancara terbagi atas:

Information interview
yaitu wawancara untuk mendapatkan keterangan dan mengetahui data-data.

Opinion interview
yaitu wawancara untuk mendapat pendapat mengenai suatu masalah/isu.

Stories interview
yaitu wawancara untuk membuat feature.

Menurut para ahli, terdapat 7 (tujuh) jenis wawancara, yaitu man in the street

interview, casual interview, personal interview, news peg interview, telephone interview,

question interview dan group interview (Itule dan Andersin 1987:207-213).
Man in the street interview
Wawancara yang dilakukan untuk mengumpulkan pendapat beberapa orang awam
mengenai sebuah peristiwa, bisa menyangkut satu keadaan dan bisa pula tentang sebuah
kebijaksanaan baru. Biasanya wawancara ini diperlukan setelah terjadinya sebuah
peristiwa yang sangat penting.
Casual interview
Sebuah wawancara mendadak. Dalam hal ini seorang wartawan minta kesediaan
seorang narasumber untuk diwawancarai. Si wartawan berbuat begitu karena ia bertemu
dengan narasumber yang dianggapnya punya informasi yang perlu dilaporkan kepada
khalayak.
Personal interview
Merupakan wawancara untuk mengenal pribadi seseorang yang memiliki nilai
berita lebih dalam lagi. Hasilnya, biasanya berupa profil tentang orang bersangkutan.
News peg interview
Wawancara yang berkaitan dengan sebuah laporan tentang sebuah peristiwa yang
sudah direncanakan. Wawancara inisering juga disebut information interview.
Telephone interview
Wawancara yang dilakukan lewat telepon. Ini biasanya dilakukan wartawan
kepada narasumber yang sudah dikenalnya dengan baik dan untuk melengkapi sebuah
berita yang sedang ditulis. Dengan perkataan lain, seorang wartawan memilih jenis
wawancara memilih jenis wawancara ini karena ia dalam keadaan terdesak.
Question interview
Wawancara tertulis. Biasanya dilakukan seorang wartawan yang sudah
mengalami jalan buntu. Setelah ditelepon, didatangi ke rumah dan ke kantor, si wartawan
tidak bisa bertemu dengan anrasumber, maka ia memilih wawancara jenis ini.
Keuntungan wawancara ini adalah: informasi yang diperoleh lebih jelas dan mudah
dimengerti. Kelemahannya adalah: wartawan tidak bisa mengamati sukap-sikap pribadi
narasumber ketika manjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan.
Group interview
Wawancara yang dilakukan terhadap beberapa orang sekaligus untuk membahas
satu persoalan atau implikasi satu kebijaksanaan pemerintah. Setiap orang memiliki
kesempatan yang sama untuk berbicara. 


Semua jenis wawancara tersebut di atas akan terlaksana dengan baik bila dipenuhi teknik-teknik berikut:
1.      Menggunakan daftar pertanyaan yang tersusun baik, yang sudah disiapkan lebih dulu;
2.      Memulai wawancara dengan pertanyaan-pertanyaan yang ringan;
3.      Mengajukan pertanyaan secara langsung dan tepat;
4.      Tidak malu bertanya bila ada jawaban yang tidak dimengerti; dan
5.      Mengajukan pertanyaan tambahan berdasarkan perkembangan wawancara. 

Referensi : 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar